Postingan

Dicaci Kawan Dipuji Lawan

Gambar
Todd Wood (Ph.D, University of Virginia) adalah seorang Kristen fundamentalis kreasionis. Beliau pendukung Young Earth Creationism (YEC), sebuah kelompok yang anti teori evolusi, sekaligus tidak percaya umur bumi sudah milyaran tahun. Keahlian Wood adalah biokimia, sama dengan keahlian Michael Behe, salah satu perintis gerakan Intelligent Design (ID) yang juga anti teori evolusi Darwin/neo-Darwin. Todd Wood sosok kontroversial. Ia sempat dicaci kawan-kawannya sesama kreasionis, tetapi dipuji lawan-lawannya yang evolusionis. Mengapa? Wood menasihati kaum kreasionis, bahwa teori evolusi adalah teori yang didukung bukti, dan bukan teori yang gagal atau cacat. Tetapi, Wood tetap menegaskan bahwa ia lebih percaya Alkitab ketimbang teori evolusi. Mengapa Todd Wood tampak "plinplan"? Beliau menyatakan bahwa dirinya tidak gila, & tidak pula "bertobat" menjadi evolusionis. Barangkali, Wood berusaha bersikap profesional sebagai seorang biologiwan. Berikut adalah kutipan...

Bakteri Pemakan Nilon

Gambar
Bakteri adalah makhluk bersel tunggal yang berkembang biak dengan cara membelah diri. Ada bakteri jenis flavobacterium yang memakan & mencerna nilon. Nilon (nylon) adalah kimia sintetik yang dipakai untuk membuat serat polimer nilon pada sikat gigi, stocking, pakaian, parasut, tali, dan sebagainya. Nilon diciptakan manusia sekitar tahun 1930an, sedangkan bakteri pemakan nilon itu baru diketahui keberadaannya tahun 1970an. Artinya, bakteri jenis flavobacterium pemakan nilon itu muncul dalam rentang waktu 40 tahun sejak diciptakannya nilon. Bakteri nilon muncul di kolam limbah industri pembuatan nilon. Penelitian DNA & gen lebih lanjut menunjukkan, bakteri nilon itu adalah hasil evolusi melalui mutasi genetik. Pertama, terjadi penyisipan satu "huruf" DNA pada gen sebelumnya. Langkah evolusi selanjutnya adalah duplikasi gen. Perubahan gen yang sangat berarti itu menyebabkan terciptanya bakteri baru yang bisa memproduksi tiga enzim untuk mencerna nilon. Enzim-enzim itu ...

Jejak Leluhur Bersama

Gambar
Di dalam genom/DNA manusia ditemukan jejak hewan bertelur (egg-laying), berupa sisa gen-gen pembuat vitellogenin. Gen-gen itu menjalankan fungsinya di tubuh hewan bertelur masa kini, seperti burung & reptil. Vitellogenin adalah protein yang diperlukan untuk membawa gizi dari sang induk kepada kuning telurnya sebelum cangkang (shell) telurnya terbentuk. Pada mamalia berplasenta, vitellogenin itu tidak diperlukan, karena gizi disalurkan melalui saluran plasenta kepada embrio. Lantas, mengapa sisa gen-gen vitellogenin itu bisa ada di dalam genom mamalia dan manusia, jika memang tidak diperlukan? Itu menunjukkan proses evolusi yang sedang berlangsung. Mamalia, burung, & reptil sebenarnya berkerabat. Mereka sama-sama ber-evolusi dari hewan leluhur yang sama, yaitu reptil bertelur purba yang hidup sekitar 310 juta tahun yang lalu (lihat diagram kekerabatan evolusi). Pada manusia, bangunan gen-gen pembuat vitellogenin itu sudah tidak utuh lagi, dan sedang berangsur lenyap. Tetapi, ...

Kecacatan yang Menggairahkan

Gambar
Charles Darwin (1809-1882), bapak biologi modern, sempat bingung dengan tampilan mencolok & berlebihan pada ekor burung merak jantan, karena tidak sesuai dengan teori 'seleksi alam'. Hewan berpenampilan mewah & mencolok itu rentan untuk diburu oleh pemangsa (predator) karena mudah terlihat, atau kurang gesit karena terbebani oleh ornamennya sendiri. Lalu, Darwin memperkenalkan teori 'seleksi seksual'. Tampilan mencolok yang merepotkan itu bisa sintas (survive) karena menjadi daya tarik bagi lawan jenis. Semakin mencolok tampilan, maka semakin mudah dapat jodoh & kawin. Akibatnya, anak cucu mereka mewariskan ciri genetik tampilan mencolok itu. Beberapa teori diajukan oleh para biologiwan sesudah Darwin untuk merinci seleksi seksual itu. Misalnya, teori "bergulir lepas" Fisher-Lande, teori "parasit" Hamilton, dan teori "kecacatan" Zahavi-Grafen. Kesempatan saat ini hanya dibahas teori "kecacatan" Zahavi-Grafen. Misalny...

Paus, Evolusi dari Ikan atau Mamalia Darat?

Gambar
Paus adalah salah satu contoh hewan laut yang bentuknya seperti ikan, tetapi merupakan hewan menyusui yang bernapas dengan paru-paru. Apakah paus itu ikan yang ber-evolusi menjadi mamalia, atau mamalia darat yang ber-evolusi bentuknya menjadi seperti ikan? Dengan memperhatikan kerangka paus & fosil-fosil hewan peralihan, dunia sains yakin bahwa paus bersama golongan cetacean (misal, lumba-lumba) adalah hasil evolusi dari mamalia darat. Kedua sirip paus adalah hasil evolusi dari kaki depan hewan mamalia darat. Bidang ekornya horisontal dengan gerak mengibas secara vertikal, berlawanan dengan ikan yang bidang ekornya vertikal dengan gerak mengibas horisontal. Pada paus masih dijumpai tulang sisa dari kaki belakang mamalia darat. Fosil-fosil kerangka nenek moyang paus juga memperlihatkan perubahan berangsur sesuai dengan zamannya. Untuk lebih meyakinkan lagi, analisis DNA bisa memastikan bahwa paus adalah hasil evolusi dari mamalia darat. Bahkan, ilmu genetika juga bisa menentukan ...

Makhluk dengan Ratusan Mata Berlensa

Gambar
Makhluk laut ini memiliki ratusan mata, bahkan berlensa pula. Lebih mengherankan lagi, lensanya itu bukan terbentuk dari protein sebagaimana lensa mata umumnya, tetapi terbuat dari batu mineral. Makhluk itu adalah jenis moluska laut yang disebut Kiton atau Chiton ( Acanthopleura granulata ). Kiton memiliki ratusan mata itu dalam lempeng cangkangnya, masing-masing memiliki lensa, retina, & lapisan pigmen. Lensanya tidak terbuat dari protein, melainkan aragonit, yaitu batu mineral dari molekul kalsium & karbonat dalam air laut. Lensa batunya itu bisa terkikis, tetapi kiton akan membuat yang baru. Idealnya lensa mata adalah kristalin bening yang terbuat dari protein, bukan batu mineral yang buram. Evolusi tidak selalu "cerdas" seperti harapan & dugaan kita. Kepustakaan: National Geographic Indonesia (2016). (photo credits: Speiser Lab of Evolutionary Physiology, University of  South Carolina)

Helikopter Tanpa Baling-baling Ekor

Gambar
Tanya: Mengapa helikopter dengan dua baling-baling horisontal ini tidak memiliki ekor yang berbaling-baling vertikal seperti pada helikopter sederhana dengan satu baling-baling horisontal? Jawab: Baling-baling ekor pada helikopter sederhana, bertujuan untuk mencegah badan helikopter terpuntir akibat efek hukum ketiga Newton. Bunyi hukum ketiga Newton: "Suatu aksi akan menimbulkan reaksi yang sama besarnya tetapi dalam arah yang berlawanan". Ketika helikopter beraksi memutar baling-baling utamanya (horisontal), maka saat yang sama baling-baling utama itu juga bereaksi memuntir badan helikopter dalam arah putaran yang berlawanan. Nah, baling-baling kecil di ekor itu, bertujuan untuk mengimbangi atau mengendalikan efek puntiran itu. Pada helikopter dengan dua baling-baling utama horisontal, ekor berbaling-baling vertikal tidak diperlukan lagi. Sebab, dua baling-baling utama horisontal itu saling berputar dalam arah yang berlawanan, sehingga sudah saling mengimbangi atau saling...